perkenalkan nama saya Yanto.
ini merupakan kisah cerita yang pertama kali saya buat
kritik dan saran diharapkan bagi pembaca
terima kasih.
Part 1 : Bagaimana cara membaca nama ini ?
Timmy adalah anak laki -laki yang sangat pintar. Dia selalu mendapatkan ranking 5 besar di kelasnya. Selain itu, dia juga terkenal dengan gayanya yang kalem. Walaupun dia selalu bersikap dingin kepada teman sekelasnya namun sebenarnya dia itu memiliki hati yang sangat lembut dan peduli terhadap yang lain. Timmy sekarang tinggal bersama ayah dan neneknya. Ia tidak memiliki adik satu pun. Ibunya telah lama bercerai dengan ayah Timmy selama 10 tahun yang lalu. Kini, bapaknya bekerja sebagai buruh harian dan Timmy pun masih duduk di bangku kelas 1 SMA.
Pada pagi hari, seperti biasanya pukul 06.30 Timmy bangun dari tidurnya. Ia bermimpi bahwa ibunya telah menikah lagi dengan pria lain. Namun ia tidak mempedulikannya. Ia pun bangun dan mencuci muka.. Cuaca di tempat ia tinggal sangatlah dingin hingga mencapai 5'C. Sehingga tidak memungkinkan untuk mandi karena minimnya persediaan air panas yang ada di rumahnya.
"Pagi, Yah", kata Timmy kepada ayahnya yang sedang menyapu diluar rumahnya.
"Pagi, nak", balas ayahnya sambil terus menyapu.
Setelah mencuci muka, Timmy pun sarapan dan bergegas ke sekolah . Ia mengambil tas di kamarnya dan pamit kepada ayahnya.
"Yah, saya pergi ke sekolah ya", kata Timmy
"Baiklah, jangan pulang terlalu malam untuk makan malam", balas ayahnya
Timmy pun mengangguk dan segera melangkah kaki keluar. Jarak sekolah dengan rumahnya tidaklah terlalu jauh sehingga ia berjalan kaki. Hanya dengan 10 menit ia pun sampai di sekolahnya.
Ini merupakan semester ketiga sekolah dimulai. Disana ia sekelas dengan teman masa kecilnya yang bernama Alex dan Benny. Alex merupakan dambaan para cewek-cewek yang ada di sekolah tersebut karena gayanya yang sangat keren dan suka "show-off" atau memamerkan diri. Sedangkan Benny merupakan cowok dengan rambut sedikit gimbal dan bersikap kekanak-kanakan.
Pelajaran pertama dimulai dengan pelajaran seni oleh ibu guru yang terkenal cantik dan baik. Ia adalah Bu Melody. Bu Melody juga sekaligus merupakan wali kelas dari kelas Timmy. Ia merupakan guru pindahan dari kota.
"Bersiap, beri salam", perintah ketua kelas.
"Selamat pagi, Ibu", jawab semua murid dengan bersamaan.
Bu Melody pun duduk dan menuliskan nomor HP-nya di papan tulis
"Selamat pagi, semua. Saya Bu Melody. Ini adalah nomor HP saya sendiri. Selama saya mengajar di sekolah lain, saya tidak pernah memberikannya, harap kalian semua menghargainya" kata bu Melody dengan suaranya yang lembut.
Semua murid pun bertepuk tangan karena mendapatkan nomor guru yang cantik ini.
"Baiklah, saya telah memperkenalkan diri saya. Kini giliran kalian memperkenalkan diri di depan satu per satu dan menulis nama kalian di lembaran kertas', kata bu Melody
Setelah kegiatan perkenalan diri selesai, bu Melody menghampiri meja Timmy.
"Tolong kamu buatkan denah tempat duduk berikut adalah nama-namanya beserta nomor tempat duduk. Setelah selesai, letakkan saja di meja saya" kata bu Melody kepada Timmy.
"Baiklah, Bu", balas Timmy dengan singkat.
Timmy pun mulai menulis nama teman sekelasnya satu per satu.
"Alex, Jeffrey, Cindy..."
Pada saat ia ingin menulis nama selanjutnya, ia terhenti karena tidak bisa membaca gaya tulisan yang ditulis dalam selebaran kertas.
"jo..ly ?", pikir Timmy
Mana mungkin ada orang yang memiliki nama seperti ini
"Jo..hoy ? Aku benci siapa pemilik nama ini" ketus Timmy
Akhirnya, ia pasrah tidak bisa membaca nama tersebut, maka ia memukul bahu Alex yang sedang duduk di depannya.
"Kenapa ?" tanya Alex
"Nama ini bacanya apa ?" sambil memberikan kertas yang berisi nama yang sulit dibaca kepada Alex.
"Hak..ciutt..." Alex bersin dan segera mengeluarkan tisu untuk mengusap hidungnya.
"ko pergi tanya ajalah sama orangnya. Itu kan ada nomor tempat duduknya", balas Alex yang terus mengusap hidungnya.
Akhirnya Timmy pun menghampiri tempat duduk paling belakang yang merupakan tempat pemilik nama yang sulit dibaca itu. Terlihat disana ada seorang cowok dengan badan yang sedikit besar, tinggi dan wajah yang terlihat seperti sedanng memikirkan sesuatu.
Timmy mengambil salah sati buku tulis yang ada di meja pemilik nama tersebut dan melihat namanya. Semua nama yang pemilik nama tulis persis seperti tulisan cakar ayam yang sulit dibaca. Timmy pun mengambil buku lain untuk mengetahui namanya. Namun, satu per satu buku yang ia periksa tetap menampilkan nama yang ditulis seperti tanda tangan artis atau semcamnya yang sulit dibaca.
Cowok tersebut heran apa yang Timmy lakukan. akhirnya ia bertanya
"Ko nak apa ?", tanya Timmy
"guru memerintahku untuk membuat denah kelasnya. Apa nama kamu ?" balas Timmy dengan suara yang sangat dalam dan bersikap dingin.
"Johnny", balas singkat cowok tersebut.
"Jika ko manusia, maka tulis nama dengan tulisan manusia yang bisa dibaca orang", balas Timmy setelah ia mengetahui pemilik nama tersebut.
Johnny pun merasa jengkel terhadap sikap Timmy berikan tadi. Johnny telah lama menulis namanya seperti tandatangan artis karena diajarkan oleh pacarnya. Dalam hati Johnny ingin mengerjain Timmy suatu hari nanti. Karena tidak pernah ada orang yang berani bersikap seperti Timmy selain ayahnya sendiri. Salah satu alasannya karena selama 10 tahun yang lalu Johnny dibesarkan dan dididik oleh ayahnya yang berpangkat jendral di akademi militer.
Timmy kembali ke tempat duduknya melanjutkan tugas membuat denah tempat duduk dan segera mengumpulkan ke meja bu Melody.
PART 1 SELESAI
MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN.
SEMOGA KALIAN MENIKMATI CERITANYA.
INGIN LEBIH TAHU TENTANG JOHNNY ??
TUNGGU BAGIAN PART 2 YA...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar